Berita Utama

Wamen ESDM menyaksikan expose Bupati Karimun

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Arcandra Tahar mengunjungi Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dalam rangka kunjangan kerja (Kunker), Kamis (13/4/2017).

Sebelum menghadiri acara grand opening Inaguration PT.Oiltanking Karimun, didampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wamen ESDM menyaksikan expose memperkenalkan wilayah Kabupaten Karimun dari Bupati Karimun, Aunur Rafiq di rumah dinasnya.

Dalam inti expose tersebut, Bupati Karimun mengatakan secara umum, wilayah Kabupaten Karimun mempunyai luas keseluruhan 7.984 km2, yang terbagi dalam luas daratan  1.524 km2 dan luas perairan 6.460 km2.

“Jumlah penduduk 237.730 jiwa yang tersebar di 12 Kecamatan, 42 Kelurahan dan 29 Desa,” jelas Rafiq ke Wamen ESDM.

Berdasarkan PP No. 48 Tahun 2007 lanjutnya, Karimun ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas  (Free Trade Zone/FTZ). Secara geografis letak Kabupaten Karimun cukup strategis, karena berbatasan dengan Singapura dan Malaysia. Sehingga secara ekonomi sangat potensial sebagai daerah transit.

Dalam perkembangannnya, realisasi investasi di Karimun terus meningkat. Selain itu, terdapat 9 kawasan yang sedang diusulkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), diantaranya yang paling menonjol adalah Pulau Asam.

Sementara itu sambung Rafiq, dengan telah selesainya pekerjaan proyek kapal Jangkrik di PT. Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), terjadi penurunan tenaga kerja secara signifikan. Hal ini karena PT.SIKB merupakan perusahaan dengan jumlah tenaga kerja terbesar.

“Saat ini PAD Karimun masih bergantung dari sektor pertambangan dan menjadi pendapatan terbesar.  Sektor tambang tersebut diantaranya tambang granit dan timah. Investor kunci yang sudah menanamkan modal di Karimun diantaranya PT. SIKB, PT. Karimun Sembawang Shipyard (KSS), PT. Multi Ocean Shipyard (MOS), PT. Karimun Marine Shipyard (KMS), PT. Oiltanking Karimun (OT) dan PT. Karimun Power Plant (KPP),” paparnya.

Rafiq juga menyampaikan, realisasi investasi di Karimun terus meningkat, baik modal asing maupun modal dalam negeri. Penanaman modal asing terbesar tahun 2016 mencapai Rp 15.055 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri terbesar di tahun 2016 mencapai Rp 7.854 triliun.

“Diharapkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM, agar membantu dan memberikan perhatian untuk mengembangkan kemajuan daerah Kabupaten Karimun. Geografis wilayah Kabupaten Karimun juga tidak kalah strategis dengan daerah lainnya,” tutup Rafiq.

Dalam expose ini turut hadir diantaranya Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, Tokoh Kepri, Huzrin Hood, Asisten I Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, FKPD dan Kepala OPD Karimun.

Selain itu juga hadir, Prisedent Director PT. Oiltanking Nusantara Persada, Eric Sumar, Managing Director Oiltanking East, Hamburg, Koen Vernies, Deputy Head of Mission, Germany Embassy, Hendrik Barkeling dan para pengusaha

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *