Berita Utama

pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)

Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban melestarikan nilai-nilai sosial budaya, mengembangkan kehidupan demokrasi, melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, pagelaran seni dan budaya di kabupaten Karimun akan dilaksanakan dua minggu sekali dalam satu bulan.

“Dua minggu sekali dalam sebulan bisa diadakan penampilan pagelaran seni dan budaya. Untuk tempat pelaksanaannya bisa di pendopo rumah dinas Bupati Karimun maupun di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area. Selain itu pada peringatan HUT RI tahun depan, bisa dikolaborasikan semua seni dan budaya di daerah berlandaskan azam ini,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutannya pada rakor dan pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Karimun periode 2017-2021, di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Rabu (13/9/2017).

Adapun susunan pengurus FPK Kabupaten Karimun periode 2017-2021 berjumlah 35 orang sbb. Sebagai pembina Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Ketua Dewan Pembina, Wabup Karimun, Anwar Hasyim, Ketua Abu Samah, wakil, Sarjan Rusli, seketaris, Edison Saragih, wakil seketaris, Djunaidi.

Lanjut Rafiq, peran FPK tidak kecil. Karena FPK merupakan bagian dari pembinaan dan pembangunan kemasyarakatan dalam menciptakan keamanan suku-suku.

“FPK merupakan wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memlihata dan mengembangkan pembaruan kebangsaan,” ucapnya.

Ketua FPK Kabupaten Karimun periode 2017-2021, Abu Samah mengatakan diselenggarakan kegiatan rakor dan pengukuhan FPK diikuti 50 peserta terdiri dari tokoh atau pengurus, suku, ras, budaya dan adat istiadat, tomas dan organisasi kepemudaan berlangsung sati hari ini, untuk mendukung pelaksanaan tugas dan wewenang Pemda dalam membina dan memlihara ketentraman dan ketertiban masyarakat terhadap kemungkinan timbulnya ancaman keutuhan bangsa di daerah.

Maksud diadakan rakor dan pengukuhan ini, agar Pemda maupun masyatakat Kabupaten Karimun mengetahui bjwa PFK telah dibentuk dan terlegilitas keberadaannya.

Sedangkan tujuannya, dapat menjadi wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antara warga masyarakat yang diarahkan untuk menuhbuhkan, memantapkan, memlihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

“Di FPK terdapat 24 suku yang awalnya 21. Untuk suku terkecil adalah suku Nias dan terbesar suku Melayu. Kemudian yang belum akrab dengan suku-suku lainnya adalah suku Tionghua. Diminta kepada pembina FKP dapat mempererat suku-suku tergabung di FPK,”

yang turut hadir pada rakor dan pengukuhan FPK ini diantaranya Kapores Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Dandim 0317/TBK, Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa dan Danlanal TBK, Letkol Laut (P) Totok Irianto.

sumber: gerbangkepri.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *