Berita Pemerintahan

KLINIK e-Government Siap di Launching

Masyarakat Karimun nantinya bisa langsung mengakses segala bentuk pelayanan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karimun. Dari seluruh OPD yang ada, baru 14 OPD yang telah memiliki aplikasi untuk pelayanan di Pemkab Karimun. Ke depan akan dibuat aplikasi untuk pengaduan masyarakat kepada pemerintah daerah.
Inovasi yang baru mulai berjalan dengan dengan penggunaan teknologi informasi untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi masyarakat dikenal dengan istilah klinik e-government (klinego). Klinik itu saat ini baru sebatas untuk internal Pemkab Karimun. Namun, ke depan akan merambah ke masyarakat.

Untuk menguji sejauh mana penggunaan aplikasi tersebut, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Setdakab Karimun telah melakukan ujicoba program klinik e-government tersebut dengan mengundang sejumlah operator di OPD. Bahkan, pimpinan OPD seperti kepala dinas, kepala bidang dan camat ikut menyaksikan ujicoba tersebut.

“Pemkab Karimun harus mengikuti perkembangan teknologi dengan menerapkan sistem e-government dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Tujuannya agar lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kabag Humas Setdakab Karimun, Eko Riswanto, saat dialog bulanan Jurnalis Karimun dengan tema “e-Government” di ruang pertemuan Kantor Bupati Karimun, Selasa (10/31) sore.

Menurut Eko, pihaknya menargetkan dalam dua tahun ke depan semua OPD di Pemkab Karimun telah memiliki aplikasi klinik e-government, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Melalui aplikasi tersebut, maka konektivitas data antar intansi yang saling berkaitan dapat sangat dipermudah.

“Seperti sharing data antar OPD. Contohnya dari Kecamatan Ke Disdukcapil akan cepat. Bagi OPD nanati dilengkapi paswordnya masing-masing. Jadi memang ada data yang memang rahasia dan ada juga informasi yang dipublikasikan. Untuk sementara ini masih tertutup,” terang Eko.

Selain Kabag Humas Setdakab Karimun, dialog tersebut juga menghadirkan Ketua Umum Jurnalis Karimun (JK), Ilfitra sebagai narasumber. Dalam paparannya, Ilfitra mengingatkan kalau aplikasi klinik e-government itu selain memiliki keunggulan karena mudah diakses, juga punya kekurangan mudah diretas oleh para hacker.

“Sistem tata kelola melalui e-government merupakan instrumen yang sudah lama. Sebab, sudah banyak daerah di Indonesia yang terapkan sistem ini. Kita juga mengingatkan kepada para pimpinan OPD agar lebih transparan dalam memberikan informasi kepada jurnalis, pintanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *