Dari MTQ Selat Gelam, Bupati Karimun Paparkan Masa Depan Pulau Tulang

Keagamaan

Saturday, 30 May 2026

URL berhasil disalin!

Bagikan:

Dari MTQ Selat Gelam, Bupati Karimun Paparkan Masa Depan Pulau Tulang

 Dari MTQ Selat Gelam, Bupati Karimun Paparkan Masa Depan Pulau Tulang

Pelabuhan akan dibangun pada 2027 untuk mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya Melayu.

SELAT GELAM, 30 Mei 2026 – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, tetapi juga momentum Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memaparkan visi besar pembangunan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu.

Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati arena MTQ di Desa Tulang, Sabtu (30/5), Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya dan nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun.

Menurutnya, MTQ merupakan bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang selama ini dikenal erat dengan nilai-nilai Islam.

“MTQ ini adalah identitas kita. Melalui MTQ kita memperkuat syiar Islam, memperbaiki akhlak generasi muda, dan memastikan nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun tidak pernah menolak modernisasi dan perkembangan zaman. Namun, kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan identitas yang diwariskan para pendahulu.

“Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” tegasnya.

Bupati mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar. Semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Laksamana Hang Tuah harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama generasi muda.

Komitmen menjaga budaya tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.

“Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati turut memaparkan arah pembangunan Pulau Tulang yang akan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun. Menurutnya, Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.

“Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Pengembangan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk membuka akses menuju kawasan tersebut yang selama ini terkendala kondisi pasang surut air laut.

“Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah,” jelasnya.

Bupati meyakini pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu,” tutupnya.

MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tahun ini diikuti kafilah dari Desa Selat Gelam, Desa Parit, dan Desa Tulang sebagai tuan rumah. Selain menjadi ajang pencarian qari dan qariah terbaik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi masyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Islam dan budaya Melayu di Kabupaten Karimun.

Topik:

#bupati karimun

#kabupaten karimun

DISKOMINFO © 2025 Hak cipta dilindungi