Raih Emas Gaya Dada 100 Meter di Popda X Kepri, Pengurus Renang Karimun Buktikan Prestasi di Tengah Keterbatasan dan Desak Perhatian Pemerintah

Olahraga

Wednesday, 8 July 2026

URL berhasil disalin!

Bagikan:

Raih Emas Gaya Dada 100 Meter di Popda X Kepri, Pengurus Renang Karimun Buktikan Prestasi di Tengah Keterbatasan dan Desak Perhatian Pemerintah

 Raih Emas Gaya Dada 100 Meter di Popda X Kepri, Pengurus Renang Karimun Buktikan Prestasi di Tengah Keterbatasan dan Desak Perhatian Pemerintah

KARIMUN, 8 Juli 2026 – Cabang olahraga renang Kabupaten Karimun berhasil menorehkan sejarah baru pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Kepulauan Riau (Kepri). Setelah tanpa perolehan medali dalam dua edisi Popda sebelumnya, kontingen renang Karimun sukses membawa pulang 1 medali emas di nomor 100 meter gaya dada putri. Medali emas yang membanggakan ini dipersembahkan oleh atlet Auria Riskya Susanti yang menempati peringkat pertama dengan catatan waktu gemilang 01.28.71. Selain emas tersebut, kontingen Karimun secara keseluruhan juga berhasil mengamankan 1 medali perak dan 4 medali perunggu di tengah minimnya fasilitas dan keterbatasan finansial.

Prestasi yang dicetak oleh Auria dan rekan-rekan setimnya ini bukanlah pencapaian yang mudah. Ketua Harian Pengurus Kabupaten (Pengkab) Akuatik Kabupaten Karimun, Dr. Fadli Surahman, M.Pd., mengungkapkan bahwa pembinaan para atlet selama ini diwarnai oleh berbagai kendala berat, terutama pada persoalan ekonomi dan infrastruktur. Ia menjelaskan bahwa para atlet dituntut berlatih secara intensif setiap pagi dan sore hari dengan mengandalkan kolam renang swasta berbayar. Mengingat sebagian besar atlet berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah, Dr. Fadli menyebutkan bahwa para pelatih dan pengurus seringkali terpaksa merogoh kocek pribadi untuk membiayai tiket masuk kolam agar program latihan dapat terus berjalan.

Beban operasional tersebut dirasa semakin menekan menyusul dihentikannya program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) sekitar satu tahun sebelum pelaksanaan Popda ini. Padahal, pendanaan dari PPLPD sebelumnya sangat krusial untuk menutupi biaya harian atlet, mulai dari akses masuk kolam, pembelian peralatan olahraga yang harganya cukup tinggi, hingga pemenuhan nutrisi dan vitamin. Menyikapi situasi tersebut, Dr. Fadli menaruh harapan besar agar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Karimun dapat meninjau kembali dan mengalokasikan anggaran PPLPD pada tahun 2027 mendatang demi menyelamatkan keberlangsungan pembinaan atlet-atlet akuatik daerah yang potensial.

Selain mengupayakan reaktivasi PPLPD, Dr. Fadli juga menyoroti urgensi pembangunan fasilitas kolam renang umum berstandar oleh pemerintah daerah. Usulan infrastruktur ini sebenarnya telah diajukan oleh pengurus secara berulang kali selama lima hingga sepuluh tahun terakhir, namun hingga kini belum ada realisasi nyata. Sebagai salah satu lumbung medali, cabang olahraga renang memperebutkan total 24 medali emas di ajang Popda. Secara kalkulasi, jika Karimun didukung dengan fasilitas kolam yang memadai dan mampu merebut setidaknya setengah dari total medali tersebut, posisi Kabupaten Karimun dipastikan dapat dengan mudah melonjak ke peringkat satu atau dua dalam klasemen umum Popda Kepri.

Mengingat masa kepengurusan Pengkab Akuatik Karimun saat ini dijadwalkan akan berakhir pada penghujung tahun 2026, Dr. Fadli berharap momentum pembuktian medali emas dari Auria Riskya Susanti beserta tambahan medali lainnya hari ini dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi masa depan olahraga akuatik di Karimun. Kepengurusan baru yang akan terbentuk pada awal tahun 2027 diharapkan dapat melanjutkan tongkat estafet pembinaan ini dengan lebih baik.

Dukungan nyata serta sinergi kebijakan dari pemerintah daerah dan DPRD kini menjadi kunci utama agar keterbatasan yang ada tidak lagi menghalangi lahirnya juara-juara baru, sekaligus sebagai langkah persiapan strategis menuju Popda selanjutnya di Natuna pada tahun 2028.

Topik:

#kabupaten karimun

DISKOMINFO © 2025 Hak cipta dilindungi