Buka Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah Tekankan Pendekatan Holistik dari Hulu ke Hilir

Sosial

Selasa, 13 Oktober 2026

URL berhasil disalin!

Bagikan:

Buka Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah Tekankan Pendekatan Holistik dari Hulu ke Hilir

 Buka Pelatihan Trauma Healing dan Pendampingan TPPO, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah Tekankan Pendekatan Holistik dari Hulu ke Hilir

KARIMUN, 13 Oktober 2026 – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Trauma Healing, Manajemen Kasus, serta Pendampingan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Karimun ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas konsultan, pendamping, dan tenaga pelayan masyarakat.

Dalam arahannya, Ing. H. Iskandarsyah menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam menangani krisis sosial di masyarakat. Ia menegaskan bahwa penanganan isu serius seperti TPPO maupun Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau hanya berfokus pada penyelesaian di tingkat hilir.

"Kita harus mengubah paradigma. Penanganan isu-isu sosial seperti TPPO dan KDRT butuh langkah-langkah konkret dan pemahaman masalah secara holistik dari hulu ke hilir. Pencegahan sejak dini melalui penguatan nilai-nilai agama, karakter, dan kasih sayang di dalam keluarga adalah fondasi utamanya," tegas Ing. H. Iskandarsyah.

Lebih lanjut, Bupati Iskandarsyah mengaitkan keberhasilan penanganan masalah sosial dengan visi besar pembangunan daerah, yakni peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, fondasi masa depan Kabupaten Karimun yang lebih baik berakar pada penguatan kualitas sumber daya manusia yang mencakup tiga pilar utama: pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Kepada para peserta pelatihan, Ing. H. Iskandarsyah menaruh harapan besar agar mereka dapat menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat.

Dengan bekal kemampuan pemulihan trauma (trauma healing) dan manajemen kasus dari pelatih profesional, para pendamping dituntut untuk memberikan layanan yang tidak hanya taktis, tetapi juga sarat akan empati.

"Para pendamping harus mengedepankan prinsip watawa saubil marhamah, saling berpesan untuk berkasih sayang. Hadirkan pelayanan yang sabar, responsif, dan penuh empati bagi masyarakat kita yang sedang membutuhkan perlindungan dan pemulihan," tambahnya.

Rangkaian acara pembukaan ini diakhiri dengan pengetukan palu secara resmi oleh Bupati Ing. H. Iskandarsyah, yang kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembacaan pantun khas Melayu. Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Karimun optimistis kualitas pelayanan publik, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, akan semakin optimal, efektif, dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat.

Topik:

#kabupaten karimun

#kepri

#literasi

#pendidikan

DISKOMINFO © 2025 Hak cipta dilindungi